Hujan mengguyur ibukota petang kemarin, hari kamis pukul 18.00. Jalanan tergenang air kali yang meluap, beribu manusia terjebak di jalan raya, sepulang kerja di tengah ibukota.
Bunyi klakson bersahutan menggema di sepanjang jalan raya, seolah teriakkan ketidak sabaran untuk segera sampai ke tempat peraduan.
Kumandang azan terdengar sayup diantara gedung-gedung tinggi pencakar langit, suaranya kabur hampir tak terdengar, beribu orang masih terjebak diantara kemacetan, hanya sedikit yang bergegas penuhi panggilan, beribu orang masing tenggelam di dalam kendaraan.
Kendaraan-kendaraan mengekor begitu panjang, bergerak perlahan sampai ke tujuan. Beribu manusia larut dalam perjalanan, lalaikan kewajiban hiraukan penggilan.
Lupakah mereka dari mana telah datang? Tak tahukah mereka kemana akan pulang?
Hakikatnya kita datang dan kembali kepada-Nya...
Jakarta, 1 Mei 2013
Ibukota
Posted by Arif Muhsin
Posted on 08.35
with No comments
Ibukota,
beribu manusia berbondong masuk dan keluar,
di pagi dan sore hari.
Ibukota,
beribu manusia berdesak di gerbong kereta,
waktu pagi dan sore hari.
Ibukota,
beribu manusia berkendara, padat, di jalan-jalan raya,
pagi dan sore hari.
Ibukota,
beribu manusia berlomba mengejar mimpi yang terlampau tinggi,
di pagi dan sore hari,
Ibukota...









0 komentar:
Posting Komentar